Banjarmasin Duduki Peringkat 13 Nasional Setelah Kembali Raih Penghargaan Kota Toleran 2025

hallobanua.com, BANJARMASIN – Kota Banjarmasin kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. 
Kota berjuluk Seribu Sungai ini secara resmi kembali dinobatkan sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia dalam ajang pemberian penghargaan Indeks Kota Toleran (IKT) tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Setara Institute beberapa waktu lalu.
​Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin, mewakili Pemerintah Kota Banjarmasin dalam acara yang digelar terbatas di Jakarta.

​Kepada hallobanua.com, Muzaiyin mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini. 

Berdasarkan penilaian Setara Institute tahun 2025, Banjarmasin berhasil menduduki peringkat ke-13 secara nasional.
 Angka ini menunjukkan tren positif dibandingkan tahun 2024 yang sempat berada di peringkat ke-15.

​"Alhamdulillah, Banjarmasin kembali masuk ke dalam peringkat 13 untuk kota paling toleran di seluruh Indonesia. Berdasarkan penilaian tersebut, kita juga masuk dalam kriteria kota terbaik pada established zone (zona mapan) di Indonesia," ujar Muzaiyin di ruang kerjanya, Jumat (24/04/2026).

​Ia mengakui bahwa dinamika penilaian tahun ini cukup tinggi dengan persaingan ketat antar kota. 

Namun, konsistensi Banjarmasin dalam menjaga kerukunan membuahkan hasil yang manis. 

"Peningkatannya dari tahun 2023 di nomor 13, kemudian 2024 sempat turun ke peringkat 15, dan tahun ini Alhamdulillah kembali ke peringkat 13," bebernya.

​Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara kebijakan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat. 

Mantan Kasatpol PP tersebut menjelaskan bahwa Pemko Banjarmasin, di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, telah menerbitkan aturan teknis berupa Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwali) yang mengatur tentang implementasi toleransi secara mendalam.
​Selain itu, peran forum-forum kemasyarakatan menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas sosial di Banjarmasin.

"Peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) sangat besar dalam mendukung terjaganya toleransi, baik dari sisi keagamaan maupun kesukuan etnis," jelasnya.

​Prestasi di tahun 2025 ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi Kota Banjarmasin untuk terus meningkatkan kualitas toleransi di masa depan. 

Muzaiyin menegaskan bahwa pada tahun 2026, pemerintah kota akan lebih memaksimalkan peran organisasi kemasyarakatan dan kerukunan antarumat beragama untuk menjaga nilai-nilai toleransi.
Dari data dan informasi pembangunan daerah, Pemerintah Kota Banjarmasin memang tengah serius memperkuat inklusi sosial.

Salah satu langkah strategis yang direncanakan adalah pengembangan "Kampung Toleran" (seperti di kawasan Kampung Gedang) sebagai simbol harmonisasi keberagaman di tingkat komunitas.

​"Terima kasih terkait dengan dukungan masyarakat selama tahun 2025 yang lalu. Di 2026 ini, kita coba akan kembangkan lagi dengan memaksimalkan forum yang ada agar prestasi ini terus meningkat," pungkas Muzaiyin.

Penulis : rian akhmad
Kota Bjm
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Hallobanua

Follow Instagram Kami Juga Ya