hallobanua.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin terus berkomitmen menciptakan ruang publik yang tertib, bersih, aman, dan berdaya guna bagi warga. Komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi gotong royong pembenahan kawasan Kampung Ketupat dan Pasar Muara Teluk Dalam pada Minggu (18/10/2026).
Langkah penataan ini tak sekadar aksi pembersihan lingkungan, melainkan upaya strategis Pemko Banjarmasin dalam mengembalikan fungsi kawasan agar dapat dimanfaatkan secara positif oleh masyarakat luas.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WITA tersebut melibatkan jajaran ASN Pemko Banjarmasin bersama unsur TNI dan Polri. Di Kampung Ketupat, pembenahan difokuskan pada penataan ulang kawasan dengan membongkar sembilan bangunan bekas warung UMKM, pagar bambu, serta jalan penghubung antara amfiteater dan gazebo.
Petugas juga membersihkan rumput liar, sampah, serta ranting pohon agar kawasan tampak lebih rapi.
Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, menegaskan bahwa tujuan utama dari penataan kembali Kampung Ketupat adalah untuk menghadirkan ruang terbuka alternatif yang aman bagi aktivitas warga, sekaligus mencegah penyalahgunaan lokasi tersebut.
"Dengan penataannya kembali ini, kita berharap Kampung Ketupat bisa bermanfaat bagi masyarakat dan tentunya tidak dijadikan tempat untuk hal-hal yang sifatnya negatif," ujar Yamin.
Yamin menambahkan, keberhasilan penataan fisik harus ditunjang oleh pengelolaan yang berkelanjutan. Untuk itu, Pemko Banjarmasin bakal menggandeng kelurahan, lembaga kemasyarakatan, serta ketua RT dan RW setempat.
Selain membuka peluang kolaborasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, Pemko juga merencanakan penyediaan fasilitas penunjang keamanan dan edukasi, seperti taman baca atau pojok baca, kamera pengawas (CCTV), hingga pos penjagaan terpadu TNI, Polri, dan Satpol PP.
Sementara itu, untuk mewujudkan kawasan perdagangan yang higienis dan asri, pembenahan di Pasar Muara Teluk Dalam diarahkan pada optimalisasi fungsi sungai dan lingkungan pasar.
Sasaran pembenahan meliputi pengerukan lumpur di depan pasar, pembersihan sampah dan rumput liar di aliran sungai serta sekitar pasar, penataan tempat pembuangan sementara (TPS), hingga pengecatan fasilitas dan taman.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mengapresiasi tinggi soliditas jajaran yang terlibat. Ia menilai hasil nyata yang terlihat usai gotong royong membuktikan kuatnya komitmen bersama dalam membenahi kota.
"Alhamdulillah, sangat terlihat perbedaannya sebelum dan sesudah kebersihan. Ini karena memang teman-teman sangat kompak, sangat solid untuk melakukan pembersihan di Kampung Ketupat," ungkapnya.
Tujuan besar menciptakan lingkungan kota yang asri dan terawat turut dirasakan oleh partisipan di lapangan, salah satunya Rahman, ASN dari Diskominfotik Kota Banjarmasin.
"Bagi kami, gotong royong seperti ini bukan sekadar membersihkan kawasan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap kota. Semoga hasilnya bisa dirasakan masyarakat dan kita semua ikut menjaga agar kawasan ini tetap bersih dan tertata," ujar Rahman.
Melalui pembenahan berkesinambungan di dua kawasan ini, Pemko Banjarmasin berharap ruang publik yang telah ditata dapat terus terjaga fungsi dan pemanfaatannya, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki dari seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat Kota Banjarmasin.
Penulis : Rian Akhmad
Kota bjm
